TP. PKK Kecamatan Cimanggung: Tips
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Mengatasi Rasa Khawatir Berlebihan

Perempuan selalu saja khawatir dengan berbagai hal. Khawatir terlambat datang ke kantor atau rapat penting. Khawatir anak-anak di rumah tak diawasi dengan baik oleh pengasuhnya. Khawatir dengan keamanan anak di sekolah atau dalam perjalanan pulang ke rumah. Setengah dari 6,8 juta orang di Amerika, adalah perempuan yang mengalami gangguan kecemasan dipicu perasaan khawatir berlebihan seperti ini. Apakah kita di Indonesia memiliki masalah serupa?

Gail Saltz, MD, psikiater dan psikoanalis, mengatakan, jika Anda merasa khawatir mengenai berbagai hal, ajukan beberapa pertanyaan ini. Anda perlu mengenali sejauhmana kekhawatiran di dalam diri. Pasalnya, perasaan khawatir yang terus-menerus dialami akan memicu gangguan kecemasan dan tensi.

Pertanyaannya, apakah Anda selalu merasa khawatir pada separuh hari Anda, dan berulang setiap harinya? Apakah pikiran khawatir seringkali muncul saat sedang menonton televisi, membaca buku, atau bahkan saat sedang berbincang dengan keluarga? Apakah Anda seringkali merasa gugup? Nafas Anda pendek atau kerapkali tersengal-sengal? Apakah Anda menghindari sejumlah aktivitas normal karena merasa khawatir melakukannya? Apakah kecemasan membuat Anda tak bisa menikmati diri sendiri? Jika Anda menjawab ya pada salah satu atau banyak pertanyaan ini, dan sudah mengalaminya selama berminggu-minggu, artinya pikiran Anda dipenuhi rasa khawatir.

"Perasaan khawatir berlebihan memengaruhi mental dan fisik, selain juga memicu stres dan berisiko terhadap kesehatan tubuh. Anda bisa terkena sejumlah penyakit seperti serangan jantung atau asma. Masalah lain yang akan muncul di antaranya sulit konsentrasi, gangguan tidur, dan Anda tak bisa menikmati hidup setiap harinya," jelas Saltz.

Anda bisa mengatasi rasa khawatir dalam diri ini untuk mencegahnya menjadi gangguan kecemasan. Caranya?

1. Mengenali penyebab khawatir

Ambil kertas dan pulpen, tulislah apa saja yang membuat Anda khawatir. Cara ini adalah bentuk observasi diri dan membantu Anda menghilangkan intensitas kecemasan. Dengan menuliskannya, Anda akan merasa lebih memahami kekhawatiran diri. Observasi diri ini juga membuat Anda merasa, apa yang dipikirkan tersebut sebenarnya tak perlu dikhawatirkan berlebihan. Evaluasi kembali catatan kekhawatiran Anda setiap 1-2 hari sekali. Sejumlah pasien Saltz bahkan mengakui, dengan melakukan observasi diri ini mereka bisa mengatasi stres.

2. Mengatasi kekhawatiran

Gunakan catatan kekhawatiran Anda sebagai bahan untuk bertanya kembali ke dalam diri. Tanyakan pada diri Anda, sejauhmana semua kekhawatiran ini bisa benar-benar terjadi? Jika terjadi apa yang akan Anda lakukan? Lalu sejauhmana sebenarnya upaya Anda untuk mengantisipasinya? Dengan cara ini Anda bisa mengatasi kekhawatiran dan lebih memiliki kontrol atas diri. Anda juga bisa melatih diri untuk menerima segala sesuatu apa adanya, sekaligus belajar menerima kekecewaan.

3. Buatlah rencana antisipasi

Seringkali apa yang dikhawatirkan tak pernah menjadi kenyataan. Jika pun Anda merasa terlalu khawatir, lakukan rencana untuk mengantisipasinya. Kembali lagi kepada catatan kekhawatiran yang Anda buatkan sebelumnya. Lalu buatlah catatan rencana antisipasi apa yang bisa Anda lakukan jika kekhawatiran tersebut benar-benar terjadi. Saat merasa khawatir, dan Anda membiarkan saja perasaan ini, yang muncul kemudian adalah Anda tak mampu mengontrol diri sendiri. Karenanya lakukanlah perencanaan agar semuanya berada di bawah kendali Anda. Dengan mengetahui bahwa Anda punya perencanaan mengatasi kekhawatiran, Anda akan merasa lebih tenang.

4. Relaksasi tubuh dan pikiran

Kecemasan menimbulkan penyakit, rasa sakit di seluruh tubuh dan otot menegang. Oleh sebab itu, lakukan relaksasi tubuh dan pikiran. Duduklah di tempat yang menurut Anda nyaman, tutup mata dan bernafaslah dari perut selama lima menit. Tarik nafas dari hidung perlahan dalam lima hitungan, lalu buang nafas melalui mulut perlahan dalam lima hitungan. Mengatur nafas membantu Anda melepas kekakuan di seluruh otot tubuh dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, ke kaki, bokong, lengan, tangan, jari-jari, leher, dan wajah. Lakukan relaksasi selama 5-10 menit. Lakukan perlahan, nafas mendalam melalui hidung dan mulut.

Visualisasi dalam imajinasi juga membantu. Bayangkan Anda berada di suatu tempat yang Anda sukai dan menenangkan. Bawa pikiran dan perasaan Anda menuju tempat tersebut, dan nikmati keindahan, ketenangan, serta kenyamanan tempat tersebut. Saat bernafas, bayangkan tempat yang membuat Anda bahagia. Membayangkan tempat seperti ini membantu tubuh rileks, karena itu coba lakukan 10 menit setiap hari.

Sumber: WomansDay

Menu Seimbang untuk Ibu Hamil

Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Kebutuhan nutrien akan meningkat selama hamil, namun tidak semua kebutuhan nutrien meningkat secara proporsional.

Hal yang perlu diperhatikan ibu hamil dalam mengatur menu makanan selama hamil, antara lain:
  1. Menghindari mengkonsumsi makanan kaleng, makanan manis yang berlebihan, susu berlemak dan makanan yang sudah tidak segar.
  2. Ibu hamil sebaiknya makan teratur sedikitnya tiga kali sehari.
  3. Hidangan yang tersusun dari bahan makanan bergizi.
  4. Mempergunakan aneka ragam makanan yang ada.
  5. Memilih dan membeli berbagai macam bahan makanan yang segar.
  6. Mengurangi bahan makanan yang banyak mengandung gas, seperti sawi, kool, kubis dan lain-lain.
  7. Mengurangi bumbu yang merangsang, seperti pedas, santan kental.
  8. Menghindari merokok dan minum-minuman keras.

Pada dasarnya menu makanan untuk ibu hamil, tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada kesulitan dalam pengaturan menu selama hamil.

Bahan makanan yang dianjurkan dikonsumsi dalam sehari, antara lain:
Kelompok Bahan Makanan
Porsi
Roti, serealia, nasi dan mie6 piring/porsi
Sayuran3 mangkuk
Buah4 potong
Susu, yoghurt dan atau keju2 gelas
Daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan3 potong
Lemak, minyak5 sendok teh
Gula2 sendok makan

Kebutuhan makanan ibu hamil per hari (sumber: Widya Karya Pangan dan Zat Gizi Indonesia)

Jenis Makanan
Jumlah yang Dibutuhkan
Jenis Zat Gizi
Sumber zat tenaga (karbohidrat)10 porsi nasi/pengganti
2 sdm gula
4 sdm minyak goreng
Karbohidrat
Sumber zat pembangun dan mineral7 porsi terdiri dari:
2 ptg ikan/daging, @ 50 gr
3 ptg tempe/tahu, @50-75 gr
1 porsi kacang hijau/merah
Protein, vitamin
Sumber zat pengatur7 porsi terdiri dari :
4 porsi sayuran berwarna @ 100 gr
3 porsi buah2an @ 100 gr
Vitamin dan mineral
Susu2-3 gelasKarbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral

Contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil

Bahan Makanan
Porsi Hidangan Sehari
Jenis Hidangan
Nasi5 + 1 porsiMakan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/daging 1 potong sedang (40 gram), tempe 2 potong sedang (50 gram), sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedang
Sayuran3 mangkuk
Buah4 potong
Tempe3 potongMakan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Daging3 potong
Susu2 gelasMakan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi
Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi/siang
Selingan: susu 1 gelas
Minyak2 gelas
Gula2 sendok makan

Menu di atas dapat divariasikan dengan bahan makanan penggantinya, sebagai berikut:

JenisBahan Makanan Pengganti
1 porsi nasi (100 gram)Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue kering 5 buah besar (50 gram), mie basah 2 gelas (200 gram), singkong 1 potong besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125 gram), talas 1 potong besar (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram)
1 potong sedang ikan (40 gram)1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri kering (20 gram), 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram), 1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong daging sapi (35 gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya
1 mangkuk (100 gram) sayuranBuncis, kol, kangkung, kacang panjang, wortel, labu siam, sawi, terong dan lainnya.
1 potong buah1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang (50 gram), 2 buah jeruk manis (110 gram), 1 potong besar melon (190 gram), 1 potong besar semangka (180 gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), 1/4 buah nenas sedang (95 gram), 3/4 buah mangga besar (125 gram), 9 duku buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar (100 gram), 2 buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah rambutan (75 gram), 2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan lainnya.
2 potong sedang tempe (50 gram)Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2 sendok makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang mete (15 gram), dan lainnya.
1 gelas susu sapi (20 cc)4 sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas yogurt non fat (120 gram), 1 potong kecil keju (35 gram), dan lainnya.
Minyak kelapa 1 sendok the (5 gram)avokad 1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5 sendok makan kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.
Gula pasir 1 sendok makan (13 gram)1 sendok makan madu (15 gram)
Referensi

5 Cara Melatih Anak Jadi Pemimpin

Anak Anda punya bakat jadi pemimpin ? Perhatikan, apakah ia selalu "mengatur" teman-temannya mengenai permainan apa yang akan dilakukan? Apakah teman-temannya dengan sukarela mengikuti kemauannya? Apakah ia selalu berani mengungkapkan pendapatnya, dan meminta untuk diberi kesempatan menyanyi atau berdoa di depan kelas?

Mungkin, belum semua anak menunjukkan perilaku yang menunjukkan karakter seorang pemimpin. Lalu, bagaimana cara mendorong mereka untuk mengembangkan perilaku kepemimpinan?

1. Tanyai pendapat mereka

Saat sedang bersama-sama di rumah, tanyakan pada mereka hal-hal seperti, "Kamu mau pakai kaus yang merah atau yang biru?" Atau, "Kamu mau susu cokelat atau vanila?" Dengan menjawab pertanyaan seperti ini, mereka melatih kemampuan berbicara asertif, dan bagaimana membuat keputusan yang baik.

2. Kenalkan mereka pada pemimpin

Ceritakan pada mereka mengenai sejumlah tokoh pemimpin, entah dari buku cerita, acara di TV, atau orang-orang yang ada di lingkungan Anda. Saat mereka melihat bagaimana pemimpin beraksi, mereka akan tahu bagaimana perilaku seorang pemimpin. Kelak, ia pun akan meniru tingkah laku tersebut.

3. Puji perilaku kepemimpinan mereka

Jika mereka tidak tahu apa yang Anda inginkan, mereka tak akan pernah melakukannya. Karena itu, saat Anda tahu mereka melakukan suatu tindakan memimpin atau membuat keputusan yang baik, sampaikan pada mereka. Katakan, "Nah, gitu dong! Ibu senang kalau kamu mau berbagi!"

4. Lakukan kegiatan yang membantu mereka menunjukkan kemampuan memimpin

Kenalkan mereka pada kegiatan-kegiatan yang membantu mereka melakukan kemampuan memimpin. Misalnya, membantu mengatur barisan teman-temannya saat acara outing dari sekolah. Ketika mereka dibiasakan untuk melakukan hal-hal seperti ini, mereka juga akan mampu mempraktekkannya di rumah maupun di tempat lain.

5. Bantu mereka menentukan tujuan pribadi

Ketika mereka menentukan tujuan untuk diri mereka sendiri, yang tak ada hubungannya dengan kepentingan orang lain, otomatis mereka akan mendemonstrasikan kemampuan leadership. Sebab, mereka akan memimpin diri mereka sendiri.

Sumber

Pola Makan Antidiabetes

Diabetes tipe-2 adalah penyakit akibat gaya hidup. Komplikasi penyakit ini mendatangkan paket penyakit mematikan. Namun, penyakit ini sangat bisa dicegah, salah satunya melalui pola makan.

1. Makan porsi kecil

Cara makan seperti ini mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Pelajari jumlah sajian yang disarankan oleh ahli gizi untuk setiap makanan.

2. Kurangi lemak

Hindari makanan berlemak tinggi dan gunakan lebih sedikit minyak saat menggoreng atau menumis. Kalau bisa, pakai minyak goreng yang sehat. Jangan pakai minyak untuk menggoreng berkali-kali.

3. Batasi sumber lemak jenuh/lemak trans

Makanan sumber lemak jenuh misalnya daging berlemak, gorengan, susu full cream, cakes, permen, biskuit, kue kering, margarin, dan masih banyak lagi. Pilih salad dressing yang lebih sehat seperti minyak zaitun.

4. Perbanyak serat

Sumber serat bisa ditemukan dalam sereal yang terbuat dari 100 persen gandum, oatmeal, nasi merah, roti gandum.

5. Perbanyak sayur dan buah segar

Makanlah beragam sayur dan buah setiap hari. Pilih buah dan sayur yang segar. Buatlah jus dari 100 persen buah segar. Jangan ditambah gula karena buah sudah cukup manis. Makanlah sayuran berdaun gelap seperti brokoli dan bayam, sayuran warna oranye seperti wortel, ubi, waluh, serta kacang-kacangan.

6. Batasi yang manis

Kalau bisa, hindari minuman beraroma buah, soda, teh, dan kopi yang sangat manis. Gula di dalam minuman itu sangat tinggi. Ini yang bikin perut jadi buncit.

7. Kurangi garam

Gunakan lebih sedikit garam saat memasak. Kalau bisa jangan tambahkan garam lagi saat di meja makan. Hindari sumber-sumber garam tersembunyi, seperti acar, daging olahan, sayur kalengan.

Naik-Turun Tangga Bisa Usir Stres dan Marah

Anda tak sedang sakit, tetapi energi-energi negatif sedang merajai diri Anda. Mulai dari rasa lelah, marah, kembung, stres, atau lainnya mengganggu produktivitas kerja Anda. Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengusir perasaan-perasaan tak nyaman itu? Berikut ini di antaranya:

Kurangi garam

Merasa kembung atau retensi air? Garam adalah salah satu penyebab utamanya. Terlalu banyak mengkonsumsi garam bisa menyebabkan retensi air, plus bisa menimbulkan risiko tekanan darah tinggi. Kurangi garam dengan memilih makanan sehat dan segar yang tidak dikemas dalam kaleng maupun yang melalui pemrosesan, lalu mulailah bereksperimen dengan bumbu lain, seperti bubuk kari, bawang putih, jinten, atau rosemary untuk bantu menambah rasa. Selain menambah pengetahuan seputar kuliner, Anda juga akan merasa lebih enerjik.

Naik-turun tangga

Saat Anda merasa marah atau stres, amat mudah untuk tergoda mengambil makanan manis, merokok, atau menenggak segelas kopi manis untuk "menelan" perasaan itu. Tapi, seperti Anda ketahui, hal itu semua tidak baik untuk kesehatan bila berlebihan. Cara ideal untuk mengatasinya? Berolahraga. Kali lain Anda merasa stres atau marah, cobalah untuk naik-turun tangga satu-dua laintai atau jalan di sekitar kantor. Studi mengutarakan, berjalan kaki 10 menit bisa mendorong kekuatan mental.

Hindari makanan yang diproses

Sering mengatasi stres dengan makanan? Dalam keadaan tegang, Anda mungkin akan memilih "makanan penenang" (comfort foods) ketimbang buah-buahan dan sayuran. Namun, saat energi dari karbohidrat dan gula bercampur dan berproses di dalam tubuh, Anda malah merasa kelelahan. Plus, kalori ekstra bisa dengan cepat menambah berat badan Anda, artinya peningkatan masalah kesehatan. Karenanya, saat Anda merasa cemas, tak usah hiraukan godaan dari makanan-makanan manis itu. Coba kunyah apel atau ambil napas dalam sekitar 10 kali.

Tidur cantik

Hilangkan lingkaran hitam di bawah mata dengan beristirahat dengan cukup. Para ahli merekomendasikan agar kita tidur sekitar 7-8 jam per hari untuk mengisi ulang energi dan menurunkan stres. Merasa kesulitan untuk tidur? Jangan minum kafein kelewat sore. Hindari pula berolahraga sekitar 2 jam sebelum waktu tidur. Ciptakan lingkungan tidur yang khusus untuk tidur, tak ada komputer, televisi, atau pengalih perhatian lainnya.

Keluar dari rutinitas

Coba lakukan sesuatu yang baru untuk diri Anda, misal, mengganti gaya rambut, mencari rute ke kantor atau pulang yang berbeda, hal-hal semacam ini bisa membuat penampilan dan mood Anda lebih baik. Fokuskan pada satu atau dua hal yang simpel untuk dikerjakan untuk memastikan kesuksesannya.

Berjalan kaki

Anda tak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di gym, bahkan sedikit pergerakan saja sudah bisa membantu Anda terkoneksi dengan tubuh dan membantu mendulang energi. Berjalan kaki sejenak mengelilingi lokasi kerja bisa membantu mencerahkan pikiran, dan olahraga yang mengikutsertakan meditasi, seperti yoga dan tai chi bisa mengisi ulang tenaga untuk pikiran dan tubuh.

Serat lebih banyak

Serat bisa membantu Anda merasa kenyang lebih cepat sehingga Anda akan menahan diri untuk makan dan mengurangi berat badan. Cukup serat juga membantu memperlancar buang air besar dan baik pula untuk jantung. Jadi, ketika Anda mengkonsumsi lebih banyak serat artinya berkurang hal-hal yang bikin stres. Kabar baiknya, serat datang dalam berbagai bentuk, mulai dari oatmeal, roti gandum utuh, dan sereal, serta buah-buahan, seperti apel, sitrus, stroberi, juga sayuran.

Berfokus pada kekinian

Menyadari di mana Anda, dan apa yang sedang Anda lakukan, biasa disebut dengan "minfulness", menyerap apa yang Anda rasa di kelima indera bisa membantu menenangkan diri ketimbang mengkhawatirkan apa yang masih ada di depan. Lepaskan pikiran tentang masa lalu atau apa yang akan terjadi di masa depan, dan berfokuslah pada masa sekarang. Bagaimana rasa angin yang berembus pada kulit Anda? Bagaimana rasa aspal yang Anda jejak? Jika pikiran Anda melanglang, kembalikan ke keberadaan Anda sekadang dan fokus.

Hubungi dokter

Kita semua bersalah atas hal yang satu ini, ketika pening yang kita rasa berbulan-bulan, sakit pada pundak, atau batuk tak berkesudahan itu masih menghinggapi kita, tetap saja kita tidak memeriksakannya. Masalah kesehatan yang berulang dan menetap benar-benar bisa menyerap vitalitas seseorang. Yang bisa Anda lakukan adalah temui dokter untuk memeriksakan keadaan Anda. Jika Anda sudah lama tidak bertemu dokter, buatlah jadwal sesegera mungkin.

Isi kepala

Kadang jawaban dari mengatasi masalah yang mendekam di kepala Anda adalah dengan mengambil jalan lain. Bentangkan pikiran Anda lebih luas dengan mendapatkan ilmu baru, "Saya paling suka mencari tahu banyak ilmu tentang presentasi dengan mendengarkan dan membaca presentasi orang-orang terkemuka, seperti pemilik Apple, Steve Jobs, dan lainnya," saran Yoris Sebastian, pengarang buku Creative Junkies mengenai caranya melepaskan diri dari kepenatan sekaligus menambah ilmu. Bisa pula dengan cara mengisi teka teki silang, bergabung dengan klub-klub baru, atau membeli buku-buku baru (tentu dibaca, jangan hanya dibeli). Atau, cara lainnya adalah dengan melakukan hobi baru yang membuat Anda aktif secara mental dan fisik, entah itu berkebun atau mendaki bukit.


Sumber

Hati-hati Pilih Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

Selama 7 tahun di Indonesia, Prof. Sandralyn Byrnes mengamati permasalahan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Dari penelitian yang ia lakukan, dan menilai berdasarkan pengetahuannya sebagai profesor dan pengalaman sebagai guru anak-anak usia dini, ia menilai bahwa ada beberapa hal yang mengganjal pada pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Saat ini, Profesor Sandralyn Byrnes bekerja sebagai kepala sekolah Royal Tots Academy, Kuningan, Jakarta. Dalam seminar kecil bertajuk "What's Wrong with The Early Childhood Education in Indonesia?", yang digelar saat event Giggle Playgroup Day 2011, gelaran Miniapolis & Giggle Management, Jumat, 11 Februari 2011, Sandralyn mengungkap beberapa hal tentang PAUD di Indonesia. Pertama, saat ini di Indonesia belum ada standar universal mengenai batasan bagi anak-anak yang disepakati bersama. Kedua, bahwa tenaga pengajar di kebanyakan lembaga PAUD masih butuh pendidikan yang terus di-update, dan butuh kerjasama antara lembaga terkait pendidikan anak usia dini untuk menyamaratakan, serta butuh kerjsama dari orangtua murid untuk membantu optimalisasi pendidikan anak.

Selama 7 tahun meriset dan mencari tahu mengenai proses pendidikan anak usia dini di Indonesia, Byrnes menemukan beberapa hal yang mengganjal. "Pada umumnya, kita semua tahu bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah terjadi proses pembentukan pendidikan yang paling penting. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini. Hasil investasi ini akan dilihat di masa depan, selepas mereka dari sekolah. Kalau Anda salah pilih sekolah untuk anak usia dini, akan ada konsekuensi di masa depan anak," terang Byrnes yang mendapatkan titel Australia's and International of The Year ini.

Byrnes mengungkap kembali bahwa saat ini pendidikan anak usia dini di Indonesia belum merata, bahkan sertifikasinya pun tidak menjadi jaminan. "Jika Anda mau pendidikan yang terbaik untuk anak-anak, maka pencarian sekolah pendidikan anak usia dini menjadi pekerjaan rumah terpenting para orangtua. Cari dengan hati-hati, jangan tergesa-gesa," sarannya.

Perlu diketahui lagi, ungkap Byrnes, pendidikan anak usia dini di Indonesia tidak sama, karena tidak disubsidi pemerintah seperti kebanyakan negara lain. "Karena itu, lihatlah uang sekolah untuk anak di usia dini sebagai investasi. Ketahuilah bahwa proses pendidikan anak tidak dimulai dari sekolah dasar, tetapi dari anak usia 18 bulan," ungkap Byrnes

Dari hasil pengamatan Byrnes di Indonesia, ada banyak sekolah anak usia dini yang berembel-embel internasional dan franchise. Hanya segelintir yang mempertahankan kualitasnya, sisanya, tidak menjaga kualitasnya, termasuk tidak menjaga kualitas tenaga pengajarnya.

Sekolah harus menjaga kualitasnya, metodologinya harus di-update, perkembangan keprofesionalitasannya harus dipertahankan, perkembangan pengetahuan seputar pengajaran anak juga harus selalu ditingkatkan, ungkap Byrnes kepada Kompas Female usai seminar kecil tersebut.

Lalu, bagaimana cara memilih sekolah untuk anak usia dini yang terbaik? Byrnes menyarankan :
  • Cek kurikulumnya. 
Ketahui apa saja yang akan diajarkan dan bagaimana cara pengajarannya. 
  • Bicara dengan gurunya. 
Lihat apakah ada gairah dari para guru untuk mengajar kepada anak-anaknya. Jika mereka hanya melakukan pekerjaan, percuma. Anak tak akan diperhatikan kebutuhannya, karena kebutuhan setiap anak itu berbeda. Tanyakan pula mengenai cara menghadapi anak, ungkap masalah anak Anda, dan perhatikan jawaban si guru. Guru yang baik seharusnya tahu mengenai cara menghadapi anak-anak dengan berbagai kebutuhan.
  • Bicara pula dengan kepala sekolahnya. 
"Seorang kepala sekolah harus tahu dan paham mengenai pendidikan anak usia dini. Jika Anda tahu orang yang memimpin mengerti tugasnya, Anda akan tenang dan yakin bahwa sekolah si anak berjalan ke arah yang benar," ujar Byrnes.
  • Perhatikan pula lokasi belajarnya. 
Anak-anak masih belum paham benar apa yang aman dan tidak aman baginya. Pastikan lokasinya aman, tidak banyak benda-benda berbahaya bagi anak, serta bersih.
  • Kunjungi sekolah di jam belajar. 
Lihat bagaimana anak-anak berinteraksi dengan sekelilingnya. Apakah ada senyum di sana? Apakah anak-anak di sana terlihat bahagia? "Kalau anak-anak usia dini itu tidak tertawa atau tersenyum, bisa dibilang ada yang tidak beres di sana," ungkap Byrnes. "Menurut saya, anak-anak juga harus bisa mendapat pelajaran di luar kelas. Mereka harus berinteraksi dengan alam untuk melatih motorik mereka," tambahnya.
  • Nilai-nilai lain pun sebaiknya diajarkan di usia ini untuk masa depannya, seperti cara bersosialisasi, sikap sopan, dan sifat karakteristik yang baik.
  • Perhatikan pula program yang dijalankan. 
"Seharusnya ada segitiga kerjasama tak terputus antara guru, sekolah, dan orangtua. Ketiganya harus bekerja dengan baik. Harus ada program lain, keterlibatan orangtua-anak di sekolah tak hanya sebatas antar-jemput sekolah."

Satu hal yang dipesankan Byrnes, jangan pernah menyerahkan pemilihan sekolah anak usia dini kepada si anak. "Anak-anak belum mengerti apa yang harus diperhatikan. Saya sering sekali melihat orangtua menanyakan kepada anak, 'Bagaimana sekolahnya? Kamu mau sekolah di mana?' Itu bukan cara yang tepat untuk memilih lembaga pendidikan anak usia dini. Orangtualah yang bertanggung jawab dan bertugas memilih sekolah yang terbaik untuk anak," tutup Byrnes.

Sumber

Agar Sukses Menyusui Anak

Menjadi tugas seorang ibu memberikan asupan air susu ibu (ASI) kepada bayinya, setidaknya di usia enam bulan pertama. Namun, pada minggu-minggu awal, menyusui seringkali menyulitkan, terutama mereka yang baru pertama kali melakukannya.

Terlepas dari pentingnya memberikan asupan ASI bagi buah hati, menyusui akan menciptakan pengalaman menantang dan terlupakan seumur hidup. Apa saja yang perlu anda tahu seputar aktivitas ini, simak tips agar sukses menyusui anak berikut, seperti dikutip dari laman Shine:


1. Infeksi

Anda mungkin akan terkena infeksi jamur di puting susu Anda. Ini bukanlah hal yang menggembirakan dan harus segera diatasi karena dapat menular ke bayi. Infeksi yang dikenal sebagai sariawan payudara ini cukup lumrah dialami ibu menyusui.

Jika Anda mengalaminya, butuh waktu berminggu-mingu untuk menyembuhkannya. Bayi pun harus diobati dengan obat minum dan larutan seperti cuka setiap tiga jam. Ada pula salep yang harus Anda usap pada puting susu setelah menyusui. Periksakan pada dokter Anda untuk mendapat perawatan.


2. ASI tak keluar

ASI tidak keluar dari saluran susu seperti yang seharusnya sehingga susu mengeras di payudara. Untuk dapat mengatasinya, Anda perlu memijat keluar ASI. Selain itu memanaskan payudara dengan air hangat dan mendinginkannya dengan es secara bergantian dapat membantu membuka
saluran ASI.

Namun, terkadang tersumbatnya saluran ASI dapat mengakibatkan radang payudara yaitu infeksi dengan gejala seperti influenza sehingga Anda memerlukan antibiotik.

3. Adaptasi

Tubuh Anda dapat membuat susu dalam jumlah yang banyak atau dalam jumlah yang sedikit. Namun, setelah seminggu lebih tubuh Anda pun akan mengetahui kebutuhan ASI bayi Anda. Pada minggu awal menyusui, Anda mungkin akan mendapati susu hanya keluar banyak pada salah satu payudara. Jangan khawatir, karena tubuh Anda memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri.

4. Posisi menyusui

Posisi yang salah dapat menghambat aliran ASI, tersumbatnya saluran ASI, dan frustasi pada bayi. Hal ini pun dapat memunculkan pikiran bahwa Anda tidak dapat memproduksi ASI yang cukup. Jangan menyerah, karena mungkin ini terjadi akibat posisi menyusui yang keliru. Posisi menyusui yang baik dapat membantu mengatasi masalah-masalah tersebut.

5. Konsultasi

Ketika Anda dihadapkan dengan masalah seperti sariawan, posisi yang salah, tersumbatnya saluran ASI, atau kekurangan dan kelebihan produksi, dokter Anda mungkin tidak mengetahui cara untuk menolong Anda. Namun biasanya, rumah sakit memiliki konsultan menyusui yang dapat membantu Anda.

6. Bayi yang beranjak besar

Ketika bayi mulai beranjak besar dan mampu menggerakkan kepala dan tubuhnya, posisi menyusui terbaik adalah dengan menidurkannya di tempat tidur dan menghadapkan kepalanya ke arah payudara Anda. Meringkuk dengan bayi Anda ketika bayi menyusu dan memeluk Anda adalah salah satu bagian terbaik dan berharga dalam menyusui.

• VIVAnews

8 Cara Cegah Bakteri Susu Formula

Kendati susu formula yang sekarang beredar sudah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan, namun masih banyak orangtua yang khawatir untuk memberikan susu formula pada anak mereka.

Untuk menepis kekhawatiran tersebut, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih memberikan 8 tip untuk mencegah kontaminasi bakteri pada susu formula.

Lihat tanggal kedaluarsa pada kemasan susu.
  1. Pastikan kemasan susu dalam kondisi baik, tidak penyok.
  2. Jangan berikan susu formula untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan, kecuali dalam kondisi terpaksa.
  3. Perhatikan kebersihan diri orang yang menyiapkan susu formula, misalnya mencuci tangan.
  4. Pastikan selalu mencuci dan mensterilkan botol susu.
  5. Cairkan susu formula dengan air panas yang sudah mendidih.
  6. Berikan susu pada bayi saat masih dalam kondisi hangat. 
  7. Jika sudah dingin dan lebih dari 2 jam, ganti dengan susu yang baru. 
  8. Jika kaleng susu sudah dibuka lebih dari 8 hari, sebaiknya ganti dengan susu yang baru.
 
Copyright © 2011 TP. PKK Kecamatan Cimanggung - All Rights Reserved
Support : YASEMA Centre | Proudly powered by Blogger
Template Design by Creating Website | Mas Template
Admin : Dicki Dirmania